Tampilkan postingan dengan label Bhs.Indonesia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bhs.Indonesia. Tampilkan semua postingan

Rabu, 16 November 2011

JENIS - JENIS PANTUN


Jenis Pantun      : Dua Kerat
   Buah beluluk buah kepayang,
       Dimakan mabuk dibuang sayang.
Jenis Pantun      : Empat Kerat - Teka-teki
Fungsi               : Untuk berseronok dan menduga
                  kebolehan dalam berfikir
   Kelip-kelip disangka api,
       Kalau api di mana puntungnya;
   Hilang ghaib disangka mati,
       Kalau mati di mana kuburnya?
Jenis Pantun      : Empat Kerat - Jenaka
Fungsi               : Semata-mata untuk hiburan
   Orang Rengat menanam betik,
       Betik disiram air berlinang;
   Hilang semangat penghulu itik,
       Melihat ayam lumba berenang
Jenis Pantun      : Empat Kerat - Kasih Sayang
   Burung merbuk membuat sarang,
       Anak enggang meniti di paya;
   Tembaga buruk di mata orang,
       Intan berkarang di hati saya.
Jenis Pantun      : Empat Kerat - Nasihat
   Air melurut ke tepian mandi,
       Kembang berseri bunga senduduk;
   Elok diturut resmi padi,
       Semakin berisi semakin tunduk.
Jenis Pantun      : Empat Kerat - Budi
   Tingkap papan kayu bersegi,
       Sampan sakat di Pulau Angsa;
   Indah tampan kerana budi,
       Tinggi darjat kerana bahasa.
Jenis Pantun      : Empat Kerat - Nasib
   Payang retak tali bersimpul,
       Kendi lokan airnya tumpah;
   Hidup tidak kerana kaul,
       Mati bukan kerana sumpah.
Jenis Pantun      : Empat Kerat - Perantau
   Pungut teritip di tiang batu,
       Batu pecah dilanda karang;
   Beginilah nasib dagang piatu,
       Kain basah kering di pinggang.
Jenis Pantun      : Empat Kerat - Adat
   Buah berangan di rumpun pinang,
       Limau kasturi berdaun muda;
   Kalau berkenan masuklah meminang,
       Tanda diri beradat budaya.
Jenis Pantun      : Empat Kerat - Kepahlawanan
   Patah rotan tali bersilang,
       Batang meranti rimbun berjejal;
   Langkah pahlawan di tengah gelanggang,
       Berpantang mati sebelum ajal.
Jenis Pantun      : Empat Kerat - Peribahasa
   Punggur rebah puyuh mendengut,
       Dengut melata di tengah padang;
   Sedangkan bah kapal tak hanyut,
       Inikan pula kemarau panjang.
Jenis Pantun      : Empat Kerat - Kias dan Ibarat
   Gesek biola tiup serunai,
       Sayu dara berhati walang;
   Putih mata si burung punai,
       Kayu ara ditunggu helang.
Jenis Pantun      : Empat Kerat - Agama
   Letak bunga di atas dulang,
      Sisipkan daun hiasan tepinya;
   Banyak berdoa selepas sembahyang,
      Mohon diampun dosa di dunia.
Jenis Pantun      : Empat Kerat - Kanak-kanak
Fungsi               : Lagu sedih dan bersuka-ria
   Anak rusa nani,
      Baru kembang ekor;
   Apa dosa kami,
      Lalu tidak tegur.

PENGERTIAN SINOPSIS


Sinopsis adalah ringkasan cerita cerpen. Ringkasan cerpen adalah bentuk pemendekan dari sebuah cerpen dengan tetap memperhatikan unsur-unsur intrinsik cerpen tersebut. membuat Sinopsis merupakan suatu cara yang efektif untuk menyajikan cerita yang panjang dalam bentuk yang singkat.
Dalam sinopsis, keindahan gaya bahasa, ilustrasi, dan penjelasan-penjelasan dihilangkan, tetapi tetap mempertahankan isi dan gagasan umum pegarangnya.
Sinopsis biasanya dibatasi oleh jumlah halaman, misalnya dua atau tiga halaman, seperlima atau sepersepuluh dari panjang karangan asli.

Unsur-unsur dalam cerpen :
1. Tema
Yaitu gagasan inti. Dalam sebuah cerpen, tema bisa disamakan dengan pondasi sebuah bangunan.
2. Alur atau Plot
Yaitu rangkaian peristiwa yang menggerakkan cerita untuk mencapai efek tertentu.
3. Penokohan
Yaitu penciptaan citra tokoh dalam cerita.
4. Latar atau Setting
yaitu segala keterangan mengenai waktu, ruang dan suasana dalam suatu cerita.
5. Sudut Pandangan Tokoh
Diantara elemen yang tidak bisa ditinggalkan dalam membangun cerita pendek adalah sudah pandangan tokoh yang dibangun sang pengarang.

KONOTASI dan DENOTASI

Buat kalimat dengan kata-kata berikut kemudian tentukan makna konotasi dan denotasinya
a.       Sakit ingatan
b.      Gila
c.       Tuna wicara
d.      Bisu
e.      Tuna daksa
f.        Tuna laras
g.       Cacat
h.      Cacat mental
i.         Permaisuri
j.        Bini
Jawaban
a.       Konotasi positif
Anak itu diolok-olok sakit ingatan oleh teman-teman sekolahnya
b.      Denotasi
Orang gila itu berjalan-jalan tanpa memakai baju
c.       Konotasi positif
Anak yang tuna wicara itu sedang dilatih berbahasa isyarat
d.      Denotasi
Saya prihatin melihat anak bisu itu diolok-olok oleh anak lain
e.      Konotasi positif
Anak-anak yang tuna daksa itu bersekolah di SLB
f.        Konotasi positif
Saya prihatin melihat orang tuna laras itu melakukan tugas dengan sendirinya
g.       Denotasi
Jangan meremehkan orang yang cacat karena kitapun masih belum sempurna
h.      Konotasi negatif
Meskipun dia cacat mental tetapi dia tidak putus asa
i.         Konotasi positif
Anak itu suka mengkhayal menjadi permaisuri yang hidup disebuah kerajaan yang besar
j.        Konotasi negatif
Di lingkungan rumahku sedang terjadi pertengkaran antara suami dan bininya

Menganalisa Bahasa Pengumuman

Menganalisa Pengumuman
 
Bahasa dalam pengumuman berbeda dengan bahasa yang digunakan dalam surat atau sarana komunikasi lainnya.  Bahasa  dalam pengumuman memiliki karakteristik tersendiri.
 Berikut ini beberapa karakteristik bahasa pengumuman:i
 a.Disampaikan dengan kalimat yang singkat , padat,dan jelas.
b.Mudah dipahami karena berfungsi memberitahukan sesuatu kepada orang banyak.
c.Bersifat informatif.
d.Tidak bersifat rahasia.
Contoh Pengumuman

PENGUMUMAN
Dalam rangka memperingati Bulan Bahasa tahun 2011,OSIS SMPN 1 Yosowilangun akan menyelenggarakan berbagai lomba sebagai berikut:
1.Lomba baca puisi
2.Lomba cipta cerpen
3.Lomba mendongeng
4.Lomba pidato
Kegiatan tersebut akan dilaksanakan tanggal 28 Oktober-29 Oktober 2011.Para siswa yang berminat harap mendaftarkan diri pada panitia di ruang OSIS.Pendaftaran dibuka dari tanggal 10-20 Oktober 2011
Sekian terima kasih
                                                                                                        Yosowilangun,5 Oktober 2011
           
                                                                                                          
          
                          
                                                                                                                      Ketua Panitia
                                                                                                                            Ttd
                                                                                                                       Rara Firdani

KALIMAT AKTIF dan KALIMAT PASIF

1.Kalimat Aktif

Kalimat Aktif adalah kalimat di mana subyeknya melakukan suatu perbuatan atau aktifitas. Kalimat aktif biasanya diawali oleh awalan me- atau ber- dibagi menjadi dua macam :
a. Kalimat aktif transitif adalah kalimat yang memiliki obyek penderita
- Ayah membeli daging
- Kadir merayu gadis desa
- Bang Jajang bertemu Juminten
b. Kalimat aktif intransitif adalah kalimat yang tidak memiliki obyek penderita
- Adik menangis
- Umar berantem
- Sejak dahulu kala Junaidi merenung di dalam tempat persembunyiannya di Batu Malang
2.Kalimat Pasif
Kalimat pasif adalah kalimat yang subyeknya dikenai suatu perbuatan atau aktifitas. Kalimat pasif biasanya diawali oleh awalan ter- atau di-
- Pak Lurah dimintai pertanggung jawaban oleh Pak Camat
- Ayam dipukul Kucing
- Bunga anggrek hitam itu terinjak si lay